Ajak Budidayakan Sayur Organik di Rumah

SEMARANG – Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Paroki Santo Yusup Gedangan bekerja sama dengan LPUBTN KAS menggelar sosialisasi penanaman sayur organik di rumah di Gedung Bintang Laut Paroki Gedangan, Minggu (20/10). Adapun sosialisasi ini sebagai bagian dari perayaan Hari Pangan Sedunia (HPS) 2019 dengan tujuan jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga yang mandiri dan sehat. Dalam kegiatan ini, tim LPUBTN KAS menghadirkan penggiat pertanian Eko Ony Haryanto dan Antonius Anry untuk berbagi pengetahuan teknis menanam sayuran organik yang efektif dan efisien di rumah.

Dalam paparan yang berlangsung selama dua jam tersebut, Eko dan Anry bergantian menyampaikan kiat-kiat khusus bertani sayuran organik rumah tangga dengan lahan sempit. Untuk mempermudah penjelasan teknis ini, para pembicara membawa sampel biji dan bibit sayuran, pupuk organik, dan media tanam dalam jumlah banyak. Seluruh biji dan bibit sayuran dibagi kepada seluruh peserta yang hadir dengan jumlah mencapai ratusan orang. Para peserta didominasi oleh ibu-ibu dari berbagai lapisan masyarakat, bahkan warga umum pun banyak yang berpartisipasi, karena panitia memang membuka kesempatan bagi siapapun yang hendak belajar bersama.

Untuk biji dan bibit yang dibagi antara lain cabai, terung, kangkung, bayam merah, sawi, dan selada. Rm. Maryono, SJ selaku Ketua Paroki Gedangan sangat mengapresiasi kegiatan ini, sebab banyak umat bahkan warga masyarakat rindu akan mengonsumsi sayuran yang ditanam sendiri di pekarangan rumah. Selain itu, menurut Rm. Maryono, SJ kegiatan ini sekaligus memupuk kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi sayur organik yang bebas pestisida, serta ikut serta menyokong pemenuhan pangan rumah tangga.

KONSULTASI: Para Peserta Sosialisasi Penanaman Sayuran Organik sedang Berkonsultasi dengan pengiat LPUBTN KAS Eko Ony (berbaju batik) di Paroki Gedangan, Minggu (20/10). (Army)

Dalam kegiatan ini turut hadir salah satu pegiat pemberdayaan perempuan dan anak dari lembaga LRC-KJHAM (Legal Resource Center dan Keadilan Jender dan Hak asasi Manusia) Ika Yuli yang mengajak beberapa warga di sekitar rumahnya, untuk menimba ilmu tentang sayur organik yang bisa ditanam di lingkungan padat penduduk di Kota Semarang. “Kegiatan ini menarik dan warga yang saya ajak ingin besok ada sosialisasi serupa di wilayah kami,” ujar Ika yang juga ikut mengamati sayur-mayur dalam polibag dan pot yang dibawa tim LPUBTN KAS (Army).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *