LPUBTN KAS merumuskan semangat baru dalam menciptakan kinerja pelayanan yang efektif dan efisien dengan menjelmakan infrastruktur yang operasional dalam menjalankan Arah Dasar (2016 – 2020) dan Rencana Induk Keuskupan Agung Semarang (2015-2035). Dengan demikian, LPUBTN membuka seluas-luasnya kerja sama dengan berbagai pihak untuk mewujudkan kesejahteraan bersama masyarakat.

Suatu langkah penting dalam pengembangan karya LPUBTN adalah membentuk John Dijkstra Institute (JDI) sebagai ruang belajar bersama maupun lembaga pendidikan bagi para kader penggerak pembangunan pedesaan sehingga mampu mengembangkan potensi lokal untuk mencapai kesejahteran bersama di dalam kehidupan masyarakat.

Pilihan utama dalam pembangunan berkelanjutan di tatanan akar rumput adalah dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mampu mengembangkan setiap peluang menjadi kesempatan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan yang hakiki.

Pada praktiknya, LPUBTN mengutamakan pendidikan alternatif berbasis kompetensi yang mengembangkan sumber daya manusia maupun alam dan menciptakan kesempatan belajar dan bekerja untuk tercapainya kesejahteraan bersama.

LPUBTN melakukan pendampingan dengan wilayah kerja permukiman masyarakat marginal, baik di pedesaan dan perkotaan di wilayah Jawa Tengah, Yogyakarta, khususnya bagi para Buruh, Tani dan Nelayan.

Beberapa kegiatan yang LPUBTN lakukan antara lain, pendampingan sosial ekonomi, perbaikan sarana hidup, pengembangan peran perempuan pesisir maupun pedesaan, advokasi hukum dan buruh, pendidikan bagi penggerak sosial ekonomi, kepedulian intelektual muda terhadap persoalan sosial, krisis, bencana dan lingkungan hidup, serta pembangunan pusat informasi perdagangan hasil-hasil lokal.

Model organisasi LPUBTN adalah horizontal secara terbuka, efisien, efektif, fleksibel, dan melakukan jejaring kelompok mandiri maupun komunitas. Kesemuanya untuk mendukung tumbuhnya organisasi lokal maupun komunitas yang dapat menjadi mitra kerja untuk pelayanan dan pendampingan di satu sisi, dan melakukan kaderisasi pendamping seperti pemuda pelopor atau perubahan, wirabeasiswa, riset oleh kaum muda guna mendukung pembangunan pedesaan di sisi lain.

Hasil langsung yang diharapkan dalam setiap program adalah untuk perbaikan maupun peningkatan kondisi sosial ekonomi, kesehatan, pendidikan yang semakin baik, keadilan serta memiliki efek berantai yang positif di dalam masyarakat dampingan maupun di luar.

Pengurus Harian

Ketua              : Rm. F.A Sugiarta, SJ

Sekretaris         : Sr. Faustina, AK

Bendahara          : Caecilia Isti Sumiwi

Anggota            : Petrus Puji Sarwono dan Kriswandono

Pengelola Program  : Fredrik Lamser

Korwil Semarang    : Leonardus Eddy Wiwoho

Korwil Yogyakarta  : Gregorius Ismono

Korwil Surakarta   : Yustina

Korwil Kedu        : Ignatius Erik Handoyo