Nana Pamerkan Kerajinan Kulit Kerang

-Praktik Pembuatan Sovenir dari Limbah Kulit Kerang

SEMARANG – Septina Dwi Ariyani tidak pernah menyangka akan mendapatkan kesempatan memamerkan karya, dan skill olah kulit kerang yang sudah ia geluti sejak 2015 lalu. Dihadapan puluhan pegawai Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) di Kantor LPUBTN KAS Kota Lama, Sabtu (18/1/2020), Nana nama sapaan ibu beranak dua ini dengan luwesnya bercerita, dan
mencontohkan pembuatan sovenir-sovenir kulit kerang kreasinya. “Saya contohkan yang satu dulu, kemudian yang lain mengikuti cara pembuatannya,” demikian instruksi Nana yang juga mengelola gerai sovenir di Kampung Tambakrejo, Kelurahan Tanjungmas Semarang bernama Kreasi Bahari.
Nana merupakan salah satu dari puluhan seniman kulit kerang, dan pengusaha Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kelurahan Tanjungmas yang didampingi LPUBTN KAS. Pada kesempatan siang tersebut, dalam rangkaian kerja sama antaragensi wisata di Kawasan Kota Lama Semarang, LPUBTN KAS mampu menangkap peluang promosi, serta unjuk skill pengusaha dan seniman
dampingannya.

Pamerkan Karya: Seluruh Karya Para Seniman dan Pengusaha UMKM Dampingan LPUBTN KAS di Tambaklorok, Kelurahan Tanjungmas, Kota Semarang Dipamerkan di Kantor LPUBTN KAS Kota Lama, Sabtu (18/1/2020). (Eko)

Nana merupakan salah satu dari puluhan seniman kulit kerang, dan pengusaha Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kelurahan Tanjungmas yang didampingi LPUBTN KAS. Pada kesempatan siang tersebut, dalam rangkaian kerja sama antaragensi wisata di Kawasan Kota Lama Semarang, LPUBTN KAS mampu menangkap peluang promosi, serta unjuk skill pengusaha dan seniman
dampingannya.
Dalam waktu kurang lebih dua jam lamanya, para wisatawan tersebut bekerja bersama-sama, dan menyimak penjelasan Nana dengan seksama sebelum menyelesaikan karya-karya sovenir kulit kerang yang mereka kreasikan. Adapun bentuk-bentuk yang ditawarkan Nana, antara lain kupu-kupu, bros baju, bunga, burung, dan katak.
Dibalik proses pembuatannya yang menarik minat para wisatawan tersebut, ada banyak kesan-kesan positif yang ditangkap oleh penggerak LPUBTN KAS. “Ternyata tidak mudah, tetapi asyik. Kita jadi tahu mengerjakan sovenir unik ini, ternyata butuh proses kreatif dan imajinasi,” ungkap Tutik, salah seorang wisatawan yang terlibat aktif membuat sovenir kulit kerang.
Ke depan kegiatan pelatihan semacam ini akan digelar secara rutin, guna menambah variasi kegiatan bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Lama. Selain itu, kegiatan ini menjadi
tempat memajang kreasi masing-masing pengusaha dan seniman Tambaklorok. “Ini wadah yang baik dan kita upayakan semua pengusaha dampingan bisa terlibat, dan yang terpenting
seluruh karya produk mereka mampu diserap pasar,” kata Koordinator LPUBTN KAS Isti Sumiwi. (Army)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *