Menanam Di Seminari Sanjaya

Pada jumat pertama bulan September, para penggerak LPUBTN KAS dari Semarang dan Yogyakarta menyambangi Seminari Tahun Orientasi Rohani Sanjaya di Jangli, Semarang. Tujuannya adalah untuk membuat terobosan bagi para calon pemimpin gereja di masa depan. Salah satu caranya adalah dengan memaparkan kondisi dan situasi yang kerap terjadi di lingkup masyarakat kecil, khususnya buruh, petani, dan nelayan.

Dalam pertemuan tersebut, beberapa pendamping LPUBTN KAS juga membawa beberapa ragam tanaman sayuran agar para frater memahami sekaligus mau merawatnya, yang mana sudah biasa menjadi bahan konsumsi sehari-hari seperti cabai, tomat, terong dan lainnya. Tanaman sayur maupun buah, bagaimanapun, adalah kebutuhan pangan yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari.

Para penggerak LPUBTN yang turut hadir di Jangli antara lain, Pak Anry, Mas Eko, Mas Mono, Mas Alex, dan Mas Suji, secara singkat memberikan paparan dengan berbagi pengalaman mengenai bagaimana penataan halaman agar dapat mencapai hasil yang bermanfaat dan maksimal.

Sementara itu, perihal pemanfaatan lahan yang tersedia juga dipertegas oleh Pak Greg agar siapapun sudah semestinya memulai suatu budidaya baik tanaman sayur maupun buah. Pak Greg pun mengharapkan agar para calon pemimpin gereja di masa depan sudah mau mencoba untuk berentrepreneurship sejak muda.

Romo Irawan, selaku pamong juga menyampaikan bahwa para frater sudah semestinya mengetahui langsung kehidupan buruh, petani, nelayan, sehingga dapat turut merasakan dan mengerti beban yang dirasakan. Bahkan, pemberdayaan merupakan hal yang sangat penting, meskipun manfaatnya tidak bisa dirasakan langsung dan sangat sulit dilakukan. Akan tetapi, pemberdayaan dapat terwujud dengan konsistensi pendampingan, pengertian, waktu dan kesabaran. Hal ini yang membedakan dengan karitatif. (ƒdr)

 

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Next Post

Sarasehan Para Pendamping

Wed Sep 19 , 2018
Momen berkumpul bersama para penggerak Lembaga Pendamping Buruh Tani Nelayan Keuskupan Agung Semarang dalam satu kesempatan adalah sebuah anugerah. Hal tersebut yang dirasakan oleh semua para penggerak pada hari minggu pagi 16 September 2018 bertempat di Aula Susteran Ganjuran, Yogyakarta. Pertemuan yang dihadiri lebih kurang 60 orang para penggerak dari […]